Senin, 05 April 2010

SELAYANG PANDANG DAN PROGRAM KERJA
KELOMPENCAPIR BONTO DG. NGIRATE

KELURAHAN BONTO MAKKIO
KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
Sekretariat : Tidung V RW. 04 Makassar

1. Latar Belakang Terbentuknya Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate

Kelompencapir adalah suatu organisasi dengan sistem Komunikasi sosial yang terpadu melalui multi media dalam usaha meningkatkan Kegairahan, Pengetahuan, Keterampilan dan Kemampuan Masyarakat untuk berperan aktif sebagai penggerak Pembangunan di segala bidang dan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan
Kelompenpencapir adalah singkatan dari kata kelompok, Pendengar, Pembaca dan pemirsa yaitu rangkaian kata yang mengandung arti dan makna bahwa kelompencepir mendapatkan bahan-bahan informasi secara timbal balik antara lain melalui berbagai media seperti radio, surat kabar, televisi, internet, diskusi, ceramah,Asah,Asih,Dan Asuh.
Nama Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate diambil dari nama pejuang kemerdekaan yang terkenal di daerah ini yang mampu membangun Kelurahan Bontomakkio, mengarahkan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate yang berlokasi di Kelurahan Bonto Makkio Kecamatan Rappocini Kota Makasar dengan luas Wilayah 24 HA dan jumlah penduduk 7.410 jiwa, yang terdiri dari laki-laki = 3.648jiwa dan perempuan = 3.655 jiwa serta kepala keluarga = 961 KK. Tingkat pendidikan masyarakat mulai dari SD,SLTP,SLTA dan Perguruan Tinggi ,yang bekerja di berbagai lapangan pekerjaan, antara lain pegawai negeri sipil,pegawai swasta,pengusa dan buruh harian.

Letak geografis Kelurahan Mappala :

• Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Pandang Kecamatan Panakkukang

• Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini

• Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini

• Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Kassi-kassi dan Kelurahan Mapala Kecamatan Rappocini.

Untuk meningkatkan kesejahteraan pendidikan masyarakatnya, Kelurahan Bantomakkio telah memiliki beberapa sarana pendidikan berupa 4 (empat) buah TK,3 (tiga) buah, Sekolah SD 4 (empat) buah , SMP 2 (dua) dan SMA 2 (dua).
Sebagai salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan pembangunan Kelurahan Bontomakkio adalah berkat terjadinya kerja sama, Koordinasi dan Keterpaduan yang sebaik-baiknya antara pemerintah dengan berbagai Lembaga sosial Kemasyarakatan,termaksuk Kelompok-Kelompok informasi.

KELOMPENCAPIR BONTO DG. NGIRATE KELURAHAN BONTO MAKKIO KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
Dalam berbagai aktifitasnya, Kelompencapir telah berperan menciptakan keadaan kondusif bagi kelancaran pelaksanaan informasi Kelompencapir yang semula dimaksudkan Sebagai wadah penyebarluasan informasi dan pemerataan pesan-pesan Pembangunan itu sendiri.
Sebagai wadah penyeberluasan Informasi dan pemerataan pesan-pesan pembangunan,Kelompencapir telah megalami perkembangan di bidang Usaha ekonomi Produktif dapatMeningkatkan pendapatan Kelompencapir dan masyarakat di lingkungan sehingga berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Kenyataan ini tentu saja menjadi sangat relevan dengan kebijakan pemerintah kota untuk meningkatkan taraf hidup Masyarakat.
Sebagai Wadah penyebarluasan Informasi dan pemerataan pesan-pesan pembangunan,kolmoencapir telah mengaami perkembangan di bidang usah ekonomi produktif yang dapat meningkatkan pendapatan kelompencampir dan masyarakat di lingkungan sehingga berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Kenyataaan ini tentu saja menjadi sangat releven dengan kebijakan pemerintah Kota untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sebagai wahana tata informasi masyarakat perkotaan,kelompencapir sangat berperan dalam proses pembentukan motivasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan khususnya dalam mendukung program pemerintah Kota Makassar Bersih (Masih).
Kelompencapir merupakan mitra kerja pemerintah kota dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar dalam penyebarluasan pesan-pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah, seperti halnya peranan pemerintah kelurahan sebagai mitra kerja Kelompencapir itu berada, dimana pemerintah Kota Makassar, pemerintah Kecamatan dan tokoh-tokoh masyarakat sepakat untuk membentuk suatu Wadah sosial.
Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate dengan status Kelompencapir umum bertindak sebagai ujung tombak dalam pelayanan Informasi yang berkesinambungan.untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Kegiatanya,maka pada tanggal 1 Februari 2008 dilakukan penyempurnaan pengurus Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate, dimana pengurusanya diketahui oleh Drs Marzuki Amkas sekretaris Dra. Magnolia Ridwan, Bendahara St. Hasnah.N dan pengurus lainnya yaitu Seksi pendengar, pembaca, pemirsa,Diskusi dan Usaha yang tercantum dalam surat keputusan Lurah Bonto Makkio No. 05/KPTS/BM/II/2008 Tanggal 1 Februari 2008.

2. VISI dan Misi Kelompencampir Bonto Dg. Ngirate
• Visi
Menjadikan masyarakat Kelurahan Bontomakkio lebih maju agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur melalui informasi.
• Misi
Mendorong peningkatan informasi bagi masyarakat Kelurahan Bontomakkio dalam menanggulangi berbagai masalah sosial kemasyarakat melalui pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam seluruh rangkaian proses pembangunan .

• Motto Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate
 Dengar adalah mendengar Informasi dari radio serta masyarakat sekitarnya.
 Baca adalah membaca Informasi dari berbagai macam media cetak seperti Koran,majalah,pustaka dan semacamnya.
 Lihat adalah melihat Informasi melalui media elektronik seperti televisi, internet dan sejenisnya.
 Diskusi adalah mendiskusikan berbagai macam informasi dan permasalahan yang diterima dalam kehidupan bermasyarakat melalui seksi pendengar,pembaca dan pemirsa.
 Gerak adalah diaplikasikan di lapangan dalm bentuk praktek nyata atau demokrasi agar masyarakat lebih mudah mengerti.
3. Program Kerja Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate
Program Kerja Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate terdiri dari Program Kerja jangka panjang dan program Kerja jangka pendek,. Prograsm Kerja Jangka pendek adalah Program yang dapat di laksanakan pada saat ini dan dilaksanakan secara terus menerus, sedangkan Program Kerja jangka panjang dilaksanakan dalam jangka waktu yang lama.
• Program Kerja Jangka Pendek
a. Melaksanakan Kerja bakti 4 kali Setiap bulan (Minggu bersih / Jumat bersih)
b. Melaksanakan Kegiatan Olahraga / Senam Kesegaran Jasmani Sekali dalam seminggu
c. Melaksanakan Kegiatan anjangsana sekali dalam sebulan
d. Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan / Ceramah sekali dalam sebulan
e. Melakukan Kunjungan bagi warga yang terkena musibah (insidentil).
f. Membentuk Kegiatan arisan (sesama pengurus dan warga).
g. Melaksanakan Kegiatan diskusi 2 kali dalam sebulan (kesra,ekuin dan siskamling)
h. Turut serta dalam acara peringatan hari-hari besar keagamaan.
i. Menjadi panitia pada setiap kegiatan,seperti peringatan HUT Poklamasi RI
j. Melaksanakan Kegiatan-Kegiatan bakti sosial.
• Program Kerja Jangka Panjang
a. Berusaha membentuk usaha ekonomi produktif
b. Melakukan pembinaan dan pengenbangan terhadap kelompok usaha peternakan,perikanan serta usaha keterampilan dan kerajinan lainnya.
c. Melakukan Kegiatan terpadu dengan kelompok PKK,LPM, Majelis Ta’limn serta remaja dan masyarakat.
d. Melakukan studi banding dalam rangka peningkatan sumber daya dan wawasan Kemandirian.
e. Melakukan Koordinasi seluruh pembina tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota Makassar sebagai narasumber berita pemberdayaan Kelompencapir.
f. Mendirikan usaha penyewaan dan penjualan kaset VCD / DVD (rental disc)
g. Secara insidentil membuat berita tentang aktivitas Kelompencapir secara berkala atau berkelanjutan.

Kegiatan-Kegiatan Diskusi
Untuk melakukan pendalaman terhadap materi diskusi, semua koordinator dilengkapi buku-buku pencatatan dan dibuatkan dalam kegiatan diskusi dengan materi sebagaib berikut :
a. Kebersihan dan keindahan lingkungan.
b. Pemanfaatan lahan pekarangan.
c. Pentingnya Keluarga Berencana dan keluarga sejahtera
d. Kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.
e. Kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dan penyakit lainnya
f. Kewaspadaan terhadap bahaya narkoba.
g. Pentingnya Keamanan dan Ketertiban Lingkunan.
h. Peranan kaum ibu dalam pemberdayaan perempuan.
i. Peranan generasi muda dalam pembangunan.
j. Kewaspadaan terhadap banjir dan ancaman bencana lainnya (gempa)
k. Kewaspadaan terhadap bahaya muntaber.
Bahwa dari 11 (sebelas) tema di atas juga dapat dijadikan judul apabila Kelompencapir melakukan penyuluhan kepada masyarakat setelah pengurus dan anggota mendapatkan bimbingan dan diskusi dari instansi teknis dalam Wilayah Kota Makassar.
Untuk mensukseskan pelaksanaan program kerjannya, Kelompencapir Bonto Dg. Ngirate Kelurahan Bontomakkio Kecamatan Rappocini Kota Makassar mempersiapkan diri dalam upaya mengembangkan SDM, seperti pepatah ” Barang siapa yang telah menguasai dunia’’serta tiada hari tanpa informasi dan tiada waktu tanpa mendengar,membaca,melihat,berusaha, berdiskusi serta gerak.
Makassar , 1 Pebruari 2008

Ketua Kelompencapir
Bonto Dg. Ngirate


Drs. Marzuki Amkas

Selengkapnya...

Rabu, 24 Februari 2010

KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) DI KOTA MAKASSAR

GAMBARAN UMUM LOKASI

A. Geografis

Kota Makassar mempunyai posisi strategis karena berada di persimpangan jalur lalu lintas dari arah selatan dan utara dalam propinsi di Sulawesi, dari wilayah kawasan Barat ke wilayah kawasan Timur Indonesia dan dari wilayah utara ke wilayah selatan Indonesia. Dengan kata lain, wilayah kota Makassar berada koordinat 119 derajat bujur timur dan 5,8 derajat lintang selatan dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter dari permukaan laut. Kota Makassar merupakan daerah pantai yang datar dengan kemiringan 0 - 5 derajat ke arah barat, diapit dua muara sungai yakni sungai.Tallo yang bermuara di bagian utara kota dan sungai Jeneberang yang bermuara di selatan kota. Luas wilayah kota Makassar seluruhnya berjumlah kurang lebih 175,77 Km² daratan dan termasuk 11 pulau di selat Makassar ditambah luas wilayah perairan kurang lebih 100 Km². Jumlah kecamatan di kota Makassar sebanyak 14 kecamatan dan memiliki 143 kelurahan. Diantara kecamat-an tersebut, ada tujuh kecamatan yang berbatasan dengan pantai yaitu kecamatan Tamalate, Mariso, Wajo, Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea dan Biringkanaya.

Kota Makassar sendiri berdekatan dengan sejumlah kabupaten yakni sebelah utara dengan kabupaten Pangkep, sebelah timur dengan kabupaten Maros, sebelah selatan dengan kabupaten Gowa dan sebelah barat dengan Selat Makassar. Dari gambaran selintas mengenai lokasi dan kondisi geografis Makassar, memberi penjelasan bahwa secara geografis, kota Makassar memang sangat strategis dilihat dari sisi kepentingan ekonomi maupun politik. Dari sisi ekonomi, Makassar menjadi simpul jasa distribusi yang tentunya akan lebih efisien dibandingkan daerah lain. Dengan demikian, dilihat dari sisi letak dan kondisi geografis - Makassar memiliki keunggulan komparatif dibanding wilayah lain di kawasan Timur Indonesia. Saat ini Kota Makassar dijadikan inti pengembangan wilayah terpadu Mamminasata.


Dari fakta di lapangan terlihat bahwa pada wilayah perkotaan seperti Kota Makassar sudah jarang terdapat lahan kosong milik negara atau lahan-lahan mentah lainnya. Maka akan lebih mengena jika lahan yang ada dikategorikan berdasarkan kriteria-kriteria yang mengarah pada trend dan visualisasi psikologis dari area-area yang ada dan membaginya dalam bentuk tipologi kawasan, dibanding metode tradisional yang hanya mengandalkan pengkategorian pada visual lahan yang masih kosong, ada vegetasi, atau terbangun. Sehingga bila dilihat berdasarkan keadaan litologi, topografi, jenis tanah, iklim dan vegetasi yang ada, Kota Makassar direkomendasikan sebagian besar untuk kawasan pengembangan budidaya karena tidak ada syarat yang memenuhi sebagai kawasan lindung. Mencermati pembagian lahan dalam wilayah Makassar dibagi dengan peruntukan kawasan sebagai berikut, Kawasan Mantap 38 %, Kawasan Peralihan 11 %, dan Kawasan Dinamis 51 %.

B. Kependudukan

Penduduk Kota Makassar tahun 2004 tercatat sebanyak 1.179.023 jiwa yang terdiri dari 582.382 laki-laki dan 596.641 perempuan. Jumlah penduduk Kota Makassar tahun 2003 tercatat sebanyak 1.160.011 jiwa. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat ditunjukkan denganrsio jenis kelamin. Rasio jenis kelamin Kota Makassar yaitu sekitar 97,61 persen, yang berarti setiap 100 penduduk wanita terdapa 97 penduduk laki-laki.

Penyebaran penduduk Kota Makassar dirinci menurut kecamatan, menunjukkan bahwa penduduk masih terkonsentrasi di wilayah kecamatan Tamalate, yaitu sebanyak 143.987 atau sekitar 12,21 persen dari total penduduk, disusul kecamatan rappocini sebanyak 136.128 jiwa (11,55 persen). Kecamatan Panakkukang sebanyak 129.240 jiwa (10,98 persen), dan yang terendah kecamatan Ujung Pandang sebanyak 27.165 jiwa (2,30 persen).

Ditinjau dari kepadatan penduduk per km persegi, kecamatan Makassar yang terpadat yaitu 31.408 jiwa per km persegi, disusul kecamatan Mariso (28.724 per km persegi), kecamatan Bontoala (25.744 jiwa per km persegi). Sedang kecamatan Biringkanaya merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah yaitu sekitar 2.460 jiwa per km persegi, kemudian kecamatan Tamalanrea 2.646 jiwa per km persegi, Manggala (3.828 jiwa per km persegi), kecamatan Ujung Tanah (7.658 jiwa per km persegi), kecamatan Panakkukang (7.580 jiwa per km persegi). Wilayah-wilayah yang kepadatan penduduknya masih rendah tersebut masih memungkinkan untuk pengembangan daerah pemukiman terutama di tiga kecamatan yaitu Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala.

Penduduk menurut kelompok umur dapat menggambarkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian di suatu daerah. Disamping itu struktur umur penduduk juga dapat menggambarkan angka beban tanggungan (Dependency Ratio), penduduk usia tidak produktif terhadap penduduk usia produktif. Penduduk yang tergolong usia non produktif adalah penduduk kelompok umur 0-14 dan 65 tahun atau lebih. Sedangkan penduduk usia produktif adalah penduduk kelompok umur 15-64 tahun.

Persentase penduduk usia dewasa (15-64 tahun) persentasenya sedikit mengalami penurunan dari 69,05 persen tahun 2000 menjadi 68,34 persen tahun 2004. sementara penduduk usia muda (0-14 tahun) persentasenya walaupun masih di bawah 40 persen, akan tetapi dibanding tahun 2000 meningkat dari 27,99 persen menjadi 28,18 persen tahun 2004, demikian pula untuk penduduk usia tua (65+ tahun) meningkat dari 2,96 persen tahun 2000 menjadi 3,47 persen tahun 2004, peningkatan persentase pada penduduk usia muda ini disebabkan oleh menurunnya penduduk produktif usia 15-64 tahun. Pada tahun 2004 diketahui bahwa umur median penduduk Kota Makassar adalah 24,45 pertahun.

1. Kecamatan Tamalate

Kecamatan Tamalate merupakan salah satu dari 14 Kecamatan di kota Makassar yang berbatasan disebelah utara dengan kecamatan Mamajang, disebelah timur Kabupaten Gowa, disebelah Selatan Kabupaten Takalar dan di sebelah Barat dengan Selat Makassar. Sebanyak 3 kelurahan di kecamatan Tamalate merupakan daerah pantai dan 7 kelurahan lainnnya merupakan daerah bukan pantai dengan topografi dibawah 500 meter dari permukaan laut.

Kecamatan Tamalate terdiri dari 10 kelurahan dengan luas wilayah 20,21 km². Dari luas wilayah tersebut tercatat bahwa kelurahan Barombong memiliki wilayah terluas yaitu, 7,34 km², terluas kedua adalah kelurahan Tanjung Merdeka dengan luas 3,37 km², sedangkan yang paling kecil luas wilayahnya adalah Kelurahan Bungaya yaitu 0,29km².

a. Jumlah Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 2006-2007 jumlah penduduk kecamatan Tamalate meningkat setiap tahun. Jumlah penduduk tahun 2006 sebanyak 148.589 jiwa pada tahun 2007 sebesar 150.014 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin tampak bahwa jumlah penduduk laki-laki sekitar 75.721 jiwa dan perempuan sekitar 74.293 jiwa. Dengan demikian rasio jenis kelamin adalah sekitar 101,92 persen yang bearrti setiap 100 org penduduk perempuan terdapat sekitar 102 orang penduduk laki-laki. Distribusi penduuk menurut kelompok umur tampak bahwa pada kelompok 20-24 tahun tercatat mempunyai populasi terbanyak menyusul 15-19 tahun.

b. Pendidikan

Pada tahun ajaran 2006-2007 jumlah TK di Kecamatan Tamalate ada 22 sekolah dengan 1.238 orang murid dan 136 orang guru. Pada tingkat SD, baik negeri maupun swasta berjumlah sebanyak 45 sekolah dengan 12482 orang murid dan 480 orang guru. Untuk tingkat SLTP sebanyak 14 sekolah dengan 6.045 orang murid dan 391 orang guru. Untuk tingkat SLTA terdapat 9 sekolah dengan 4.617 orang murid dan 325 orang guru.

c. Agama

Ditinjau dari agama yang dianut, tercatat bahwa sebagian besar penduduk Kecamatan Tamalate adalah beragama Islam yaitu sebanyak 140.690 orang dari total penduduk. Jumlah fasilitas ibadah di kecamatan Tamalate cukup memadai terdapat 102 mesjid, 6 buah langgar/surau dan 5 buah Gereja.

d. Kelurahan Maccini Sombala

Kelurahan Maccini Sombala berbatasan disebelah utara dengan, kelurahan R.Tamarunang disebelah timur dengan Kelurahan Balang Baru, disebelah Selatan dengan kelurahan Tanjung Merdeka dan di sebelah Barat dengan laut/selat Makassar.

d.1. Jumlah Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 2006 jumlah penduduk kelurahan Maccini Sombala sebanyak 15.717 jiwa.

d.2. Pendidikan

Pada tahun ajaran 2003 jumlah penduduk yang berpendidikan SD sebanyak 3.023 orang, SMP sebanyak 2.711 orang. Tamat SMA sebanyak 4.823 orang. Tamat S1,sebanyak 428 orang.

d.3. Agama

Ditinjau dari agama yang dianut, tercatat bahwa sebagian besar penduduk Kelurahan Macini Sombala beragama Islam yaitu sebanyak 15.568 orang, Kristen sebanyak 697 orang, Katholik 871 orang, Hindu 19 orang dan Budha 7 orang.

2. Kecamatan Panakukkang

Kecamatan Panakukkang berbatasan disebelah utara dengan kecamatan Biringkanaya, disebelah timur Kecamatan Maggala, disebelah Selatan Kecamatan Tamalate dan di sebelah Barat dengan Kecamatan Makassar. .

Kecamatan Tamalate terdiri dari 11 kelurahan yaitu kelurahan desa, Paropo, Karampuang, Pandang, Masale, Tamamaung, Karuwisi, Sinrijala, Kariwisi Utara, Pampang, Panaikang dan Tello Baru.

a. Jumlah Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 2006-2007 jumlah penduduk kecamatan Panakukang tahun 2006 sebanyak 132.479 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin tampak bahwa jumlah penduduk laki-laki sekitar 65.202 jiwa dan perempuan sekitar 67.275 jiwa.

b. Pendidikan

Pada tahun ajaran 2006-2007 jumlah TK di Kecamatan Panakukang ada 32 sekolah dengan 1.841 orang murid dan 170 orang guru. Pada tingkat SD, baik negeri maupun swasta berjumlah sebanyak 38 sekolah dengan 13.166 orang murid dan 576 orang guru. Untuk tingkat SLTP sebanyak 13 sekolah dengan 3.892 orang murid dan 481 orang guru.Dan SLTA 12 sekolah dengan 3.520 murid dan 141 orang guru.

c. Agama

Ditinjau dari agama yang dianut, tercatat bahwa sebagian besar penduduk Kecamatan Panakukang beragama Islam yaitu sebanyak 109.963 orang dari total penduduk.

d. Kelurahan Tamamaung

Kelurahan Tamamaung berbatasan disebelah utara dengan kelurahan Sinrijala, disebelah timur dengan kelurahan Karanpuang, disebelah Selatan dengan kelurahan Masaleh dan di sebelah Barat dengan kelurahan Bara-Baraya Selatan. Kelurahan memiliki luas sebesar 1,16 km².

d.1.Jumlah Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 2009 jumlah penduduk kelurahan sebanyak 25.220 jiwa. Laki-laki sebanyak 13.313 jiwa dan perempuan sebanyak 11.907 jiwa.

d.2. Pendidikan

Jumlah TK di Kelurahan Tamamaung ada 5 sekolah dengan 346 orang murid dan 23 orang guru. Pada tingkat SD, baik negeri maupun swasta berjumlah sebanyak 6 sekolah dengan 1.826 orang murid dan 69 orang guru. Untuk tingkat SLTP sebanyak 5 sekolah dengan 923 orang murid dan 8 orang guru. Dan SLTA 7 sekolah dengan 1.219 murid dan 131 orang guru.

3. Kecamatan Rappocini

Kecamatan Rappocini berbatasan disebelah utara dengan kecamatan Panakukang, disebelah timur Kabupaten Gowa, disebelah Selatan Kecamatan Tamalate dan di sebelah Barat dengan Kecamatan Mamajang dan Kecamatan Makassar. .

Kecamatan Rappocini terdiri dari 10 kelurahan yaitu kelurahan/desa, Gunung Sari, Karunrung, Mapala,Kassi-Kassi, Bonto Makkio, Tidung, Banta-Bantaeng, Buakana, Rappocini dan Ballaparang.

a. Jumlah Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 2006-2007 jumlah penduduk kecamatan Rappocini tahun 2006 sebanyak 136.725 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin tampak bahwa jumlah penduduk laki-laki sekitar 66.310 jiwa dan perempuan sekitar 70.415 jiwa.

b. Pendidikan

Pada tahun ajaran 2006-2007 jumlah TK di Kecamatan Rappocini ada 36 sekolah dengan 921 orang murid dan 194 orang guru. Pada tingkat SD, baik negeri maupun swasta berjumlah sebanyak 47 sekolah dengan 13.439 orang murid dan 491 guru. Untuk tingkat SLTP sebanyak 15 sekolah dengan 3.980 orang murid dan 359 orang guru.Dan SLTA 11 sekolah dengan 1.883 murid dan 92 orang guru.

c. Agama

Ditinjau dari agama yang dianut, tercatat bahwa sebagian besar penduduk Kecamatan Rappocini beragama Islam yaitu sebanyak 151.265 orang dari total penduduk.

d. Kelurahan Kassi-Kassi

Kelurahan Kassi-Kassi berbatasan disebelah utara dengan kelurahan Mapala, disebelah timur dengan kelurahan Gunung Sari, disebelah Selatan kelurahan Borong dan di sebelah Barat dengan kelurahan Bonto Makkio. Kelurahan Kassi-Kassi memiliki luas lahan sebesar 83,80 km2 ha/m².

d.1. Jumlah Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 2007 jumlah penduduk kelurahan Kassi-Kassi sebanyak 16.758jiwa. Berdasarkan jenis kelamin tampak bahwa jumlah penduduk laki-laki sekitar 8.316 jiwa dan perempuan sekitar 8.442 jiwa.

d.2. Pendidikan

Pada tahun ajaran2007 jumlah penduduk yang tamat SMP sebanyak 4300 orang. Tamat SMA sebanyak 2.648 orang. Tamat S1,sebanyak 1.944 orang. Jumlah TK 3 sekolah dengan jumlah murid 160 orang dan guru 40 orang. SD sebanyak 5 sekolah dengan jumlah murid sebanyak 245 orang dan tenaga pengajar sebanyak 60 orang. SMP sebanyak 3 sekolah dengan jumlah siswa 465 murid dan 75 guru sedangkan SMA terdapat 2 sekolah dengan jumlah murid 382 orang dan 50 orang guru.

d.3. Agama

Ditinjau dari agama yang dianut, tercatat bahwa sebagian besar penduduk Kelurahan Kassi-Kassi beragama Islam yaitu sebanyak 15.214 orang Kristen sebanyak 1.009 orang, Katholik 371 orang, Hindu 104 orang dan Budha 58 orang.

C. Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat

Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di kota Makassar adalah sebanyak 12 KIM di 12 kelurahan dan di 9 kecamatan. Dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini :

Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat

KIM

1.Tambasa Tamalanrea Jaya KIM TAMBASA

2.Maricaya Selatan Mamajang KIM KEMAS

3.Maccini Sombala Tamalate KIM JENE’BERANG

4.Mapala Rappocini KIM MABES

5.Banta-Bantaeng Rappocini KIM SEPAKAT

6.Tidung Rappocini KIM EMMY SAELAN

7.Kassi-Kassi Rappocini KIM IRMA SUTRA

8.Bulurokeng Biringkanaya KIM BAJI PA’MAI

9.Bara-Baraya Makassar KIM MERPATI

10.Tamamaung Panakukkang KIM MAWAR

11.Manggal Manggala KIM LO’MO RIANTANG

12.Kapasa Tamalanrea KIM BIRING ROMANG

Sumber : Dinas Kominfo Makassar, 2009
Selengkapnya...